Matematik susah?
Wah, sudah bukan jamannya lagi ngomong kayak gitu tuh.
Matematik itu mudah dan menyenangkan.
Asal kita menyukainya.
Setelah itu, beres deh.
Kalau kita menyukai sesuatu, apa pun jadi mudah.
Ini nih salah satu buktinya:
(Cat: kalau ada tulisan "3x2" itu berarti "3x kuadrat", bukan "3 kali 2".
Mohon maklum, nggak tau cara meng-superscript-kan di blogspot sih).
Ada sub bab dalam aljabar yang bernama perkalian dua suku dua.
Lazimnya kita menyelesaikan dengan cara sebagai berikut:
(a + b)(c + d) = ac + ad + bc + bd
Tapi khusus untuk soal-soal pilihan ganda, kita bisa memanfaatkan opsi yang ada untuk selangkah lebih cepat menyelesaikan soal.
Contoh:
1. Hasil dari (3x + 2)(x – 2) adalah…
A. 3x2 – 5x – 4.
B. 3x2 – 4x – 4.
C. 3x2 + 5x – 4.
D. 3x2 + 4x – 4.
Cara penyelesaian.
Kalau dengan cara biasa, ini jalannya:
(3x + 2)(x – 2) = 3x2 – 6x + 2x – 4 = 3x2 – 4x – 4
Tapi kalau kita memanfaatkan opsi-opsi yang ada, niscaya langkah panjang seperti di atas nggak perlu kita pakai.
Kita lihat pada opsi A–D, mereka berempat mempunyai kesamaan pada koefisien x2 dan konstanta, yaitu 3 dan – 4.
Yang berbeda adalah koefisien x.
Itu artinya kita cukup mencari berapa sih koefisien x.
Itulah jawabannya.
Kita tidak perlu capek-capek mencari koefisien x2 dan konstanta.
Sebagaimana yang kita tahu, cara mencari koefisien x adalah sebagai berikut:
(3x + 2)(x – 2) = – 6x + 2x = – 4x
Jadi jawabannya adalah opsi (B).
Cepat kan? :)
2. Hasil dari (3p + 6)(5 – 2p) = …
A. 30 + 3p – 6p2.
B. 30 – 3p – 6p2.
C. 30 – 27p – 6p2.
D. 30 + 27p – 6p2.
Cara penyelesaian.
Dari keempat opsi di atas, yang berbeda hanyalah koefisien x. Jadi cukup dengan mencari koefisien x saja.
(3p + 6)(5 – 2p) = 15p – 12p = 3p
Berarti jawabannya adalah opsi (A).
Cara ini saya namakan “NYARI YANG BEDA”.
Rabu, 23 Juli 2008
Langganan:
Komentar (Atom)
